"Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh .....Selamat Datang di website Penyuluh Agama Islam Fungsional Kabupaten Sleman"
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

15 Jul 2011

Menag Motivasi Generasi Muda Menghapal Al Quran dan Hadits

Jakarta (Pinmas)--Menteri Agama menyambut gembira atas kelancaran dan sukses Musabaqoh Hafalan Al Quran dan Hadits se-Asia Pasifik ke IV di Jakarta, 26-28 Juni. Dia berharap pelaksanaan musabaqah tahunan ini dapat memotivasi generasi muda untuk mempelajari dan menghapal Al Quran dan Hadits Nabi Saw.
"Dengan pelaksanaan musabaqah ini setiap tahun di Indonesia diharapkan mendorong lahirnya penghapal Al Quran dan Hadits Nabi Saw," kata Menag pada malam tasyakur atas penyelenggaraan musabaqah di Hotel JW Marriot Jakarta, Selasa (28/6) malam.
Jamuan makan malam ini juga dihadiri Menteri Urusan Islam, Wakaf, Dakwah dan Bimbingan Kerajaan Arab Saudi Dr Shaleh bin Abdul Aziz bin Muhammad dan Imam Masjid Al Haram Dr Su ud bin Ibrahim As Suraim, para duta besar negara-negara sahabat, serta pimpinan ormas-ormas Islam dan peserta musabaqah.
Menteri Agama Suryadharma Ali juga berharap hubungan dan kerjasama Indonesia dengan Arab Saudi yang telah terjalin dapat terus berlanjut dan semakin baik, sehingga dirasakan manfaatnya bagi umat. "Semoga kerjasama dapat berlanjut untuk kemajuan dakwah Islam," katanya.
Kerjasama tersebut, lanjutnya, akan tetap kokoh karena spirit keagamaan yang tidak akan pudar. Selain itu, diharapkan pula musabaqah mampu memberi motivasi generasi Muslim di berbagai negara dalam rangka menggiatkan hapalan Al Quran dan Hadits.
Seperti diketahui, kompetisi hafalan Al Quran ini digelar atas kerjasama dengan pemerintah Arab Saudi di Jakarta. Para peserta juga diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara.
Musabaqah ini diikuti oleh berbagai negara dari ASEAN dan Pasifik. Melaysia mengirim 12 peserta, Singapura 4 peserta, Brunei Darussalam 7 orang peserta, Thailand 13 peserta, Filipina 4 orang, Kamboja 5 orang peserta, Timor Leste 2 orang peserta, Australia 2 peserta, New Zealand 2 peserta, Uzbekistan 2 peserta, Tajikistan 2 peserta, Kirgistan 3 peserta, dan Indonesia 22 dengan jumlah kesleuruhan 83 orang peserta. (ks)


Da`i Agar Sampaikan Islam Rahmatan Lil Alamin

Bekasi (Pinmas)-- Menteri Agama Suryadharma Ali meminta para da`i agar menyampaikan ajaran agama Islam sebagai agama yang menyebarkan kasih sayang, memberi manfaat serta rahmatan lil alamin. Selain itu juga mengedepankan toleransi dan kerukunan antar umat agama.
"Para da`i agar menjelaskan bahwa Islam yang kita pahami bukan seperti anggapan yang menilai Islam itu agama yang mengajarkan terorisme," kata Menag saat membuka Silaturahmi Nasional Ikatan Da`i Indonesia (IKADA) di Asrama Haji Bekasi, Jawa Barat, Jumat (8/7).
Di hadapan ratusan juru dakwah dari berbagai wilayah tanah air, Menag berharap para da`i untuk mengedepankan kesejahteraan umat serta memerangi kemiskinan dan kebodohan. "Jangan sampaikan agama hanya tekstual, tapi juga kontekstual. Maka jadikan agama sebagai sumber motivasi dan sumber kehidupan umat," ucap Menag pada acara yang dihadiri Plt Walikota Bekasi Rahmat Effendi, Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail dan Ketua Umum IKADI Ahmad Satori Ismail.
Menag juga meminta para da`i memahami bahwa saat ini muncul pemahaman yang sesat dan keluar dari prinsip-prinsip pokok ajaran Islam. "Kalau di Jawa Barat ada aliran Surga Eden masuk surga bisa beli. Ini bentuk pemahaman sesat," katanya seraya menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, dan Kalimantan Timur yang melarang keberadaan ajaran Ahmadiyah.
"Ada pihak yang menyatakan, melarang Ahmadiyah berarti anti kebebasan beragama. Apakah kebebasan itu bebas menghina yang dimuliakan, mengubah ayat-ayat suci," kata Suryadharma. Menurut dia kebebasan bukan berarti bebas menghina yang dimuliakan. "Bayangkan bagaimana perasaan kita apabila Nabi yang kita cintai digambar karikatur dengan kalimat yang menghina," ungkapnya.
Demikian pula sambung SDA, dengan yang mengubah ayat-ayat Al Quran. "Ada 853, bahkan ada yang mengatakan 1000 ayat diubah, dipenggal-penggal dan dijahit dengan kalimat lain dikumpulkan dalam kitan Tadzkirah," paparnya.
Menurut Menag, fenomena ini harus dipahami di tengah masyarakat kita bahwa masih banyak masyarakat yang belum terjangkau oleh para da`i. Lalu ketika ada orang yang menawarkan agama dalam versi baru, dipahami dan percaya. Karena itu para da`i harus terus meningkatkan aktivitas dakwah, karena masyarakat butuh bimbingan agama yang benar.
Ia juga meminta IKADI agar berdakwah di daerah perbatasan, di tempat yang rawan penyalahgunaan barang-barang terlarang. "Di tempat ini pendidikan keagamaan sangat minim. IKADI agar isi kekosongan itu sehingga masyarakat terpenuhi kebutuhannya. Jadikan Islam sebagai perekat, pemersatu bangsa , menjaga kesatuan NKRI, pionir untuk menjaga kerukunan umat beragama," kata Menag. (ks)


8 Jun 2011

Acara Hari Selasa minggu 2 bulan Juni 2011


Pertemuan Pokjaluh Agama Islam Kab. Sleman diselenggarakan Selasa, 14 Juni 2011 di Rumah Ibu Dra. Hj. Asfiyah, Barak II, Margoluwih, Seyegan. Petugas dan Penyaji dari Penyuluh Agama Islam Kecamatan Gamping. Undangan jam 09.00, membawa Alquran.


Kelompok Kerja Penyuluh Kabupaten Sleman adakan Kajian Model Rayon

Untuk pertama kalinya, Selasa, 7 Juni 2011, kelompok kerja penyuluh Agama Islam Fungsional Agama Islam Sleman barat, mengadakan pertemuan dan kajian di Masjid Al Amin, Perengkembang, Balecatur, Gamping.
Anggota Pokjaluh terdiri 18 orang dari 5 kecamatan yang ada yakni, Gamping, Godean, Moyudan, Seyegan, Minggir, Dalam sambutannya, Drs. Iman Sukiman selaku Ketua POKJALUH Sleman barat menyatakan “kegiatan ini sangat positif, selain sebagai media silaturahmi, juga sebagai media komunikasi dalam rangka mencari solusi dalam mengatasi kendala di lapangan bagi seluruh penyuluh. Selain itu, kita harus bersyukur, bahwa Allah memberikan jalan kemudahan melalui pemberkasan Acara digelar setiap hari Selasa minggu 1.
Dalam kesempatan yang sama, Pokjaluh Sleman Tengah yang di Ketua Binarsa, MA mengadakan kegiatan di Masjid Sleman Kota, Acara diawali dengan tadarus, Tausiyah atau Kultum, dilanjutkan kajian Ilmiah yang berorientasi pada profesionalisme penyuluh.
Di Wilayah Sleman Timur kegiatan serupa di selenggarakan di KUA Prambanan yang diketuai oleh Drs. Sukirno.
Agenda untuk kegiatan POKJALUH Kabupaten Sleman Tiap bulan:
Minggu 1 : Pertemuan Pokjaluh di Rayon-rayon
Minggu 2 : Pertemuan Pleno seluruh anggota Pokjaluh
Minggu 3 : Kegiatan olah raga di aula lama
Minggu 4 : Kegiatan Bakti Sosial


18 Mei 2011

Sosialisasi Uji Kompetensi Penyuluh Agama Islam Kabupaten Sleman

Rabu, 11 Mei 2011, bertempat di Aula lama Kantor Kementerian Agama Kab. Sleman, Srimulyo, Triharjo, Sleman, diselenggarakan Acara Sosialisasi Hasil Uji Kompetensi Penyuluh Agama Islam Fungsional. Acara ini diselenggarakan Sie Penamas Kabupaten Sleman, dengan harapan secara Birokrasi dan profesionalisme, segenap penyuluh dapat bekerja secara maksimal. Acara dihadiri Kabid PENAMAS Kanwil DIY, Drs. H. Bardan Usman, M PdI,. Beliau berpesan agar jajaran penyuluh berkomitmen, menjaga kebersamaan dan mengatur diri dengan baik. Drs. Solihan Amin selaku Kasi Kepenyuluhan dan Kelembagaan, berpesan bahwa Penyuluh sebagai ujung tombak Kementerian Agama, menyongsong reformasi birokrasi 2012, penyuluh harus memperbaiki diri, disiplin kerja, maupun dalam kompetensi penyuluh. Hal ini mengingat dari hasil uji tes kompetensi khususnya penyuluh Kabupaten Sleman nilainya masih jauh dari ideal.


Bapak Kabid Penamas, Drs. H. Bardan Usman, M. PdI, didampingi Kasie kepenyuluhan dan Kelembagaan, beserta Kasie Penamas Kankemenag Sleman, Hj. Silvia Rosetti, SE ketika audiensi dengan penyuluh Agama Islam Fungsional Kab. Sleman


Sedangkan secara administrasi, M. Ja`far Arifin, S. Ag, MA, setiap penyuluh harus mempunyai map tersendiri, yang berisi, buku alibi, konsep materi ceramah, agenda, dan sebagainya, sehingga ketika akan menunaikan penyuluhan sudah siap materi dan administrasi. Tiap Kabupaten / Kota hendaknya menyelengarakan pemilihan Penyuluh teladan sebelum bulan Juli 2011, karena tingkat propinsi diselenggarakan bulan Juli-Oktober 2011.


16 Mei 2011

Kegiatan Sosial di Ngerdi, Sindumartani, Ngemplak

Dengan penuh semangat dan antusias, anggota Pokjaluh Sleman bergotong royong membantu saudara kita di Ngerdi, Sindumartani, Ngemplak. Wilayah kabupaten Sleman yang ikut terkena dampak Erupsi Merapi berupa lahar dingin. Puluhan rumah tersapu aliran lahar dingin yang membelah Dusun Ngerdi menjadi 2 bagian. Termasuk masjid Nurul Iman yang persis di tepi aliran air yang baru, tempat ini tertimbun pasir setinggi 1,5 meter.
Fokus kegiatan bakti sosial Pokjaluh Sleman di masjid ini, yang dilaksanakan pada Senin, 16 Mei 2011, dibantu penduduk sekitar. “Pada prinsipnya, agar warga secepatnya bisa mempergunakan kembali masjid ini dengan segera” demikian ungkap Subagyo, S. Ag selaku Ketua Pokjaluh Sleman. Acara ini juga mendapat restu dari Kepala Desa Sindumartani maupun KUA Kecamatan Ngemplak.


Tampak dalam gambar ketika anggota pokjaluh membersihkan samping kiri masjid.

Sebagian rumah di Dusun Ngerdi, Sindumartani yang terkena hantaman lahar dingin


Bakti Sosial Hari Raya Waisak tahun 2555/2011

Dalam rangka memperingati Hari raya Waisak tahun 2555/2011, maka Penyuluh dan staf di lingkungan Kanwil Kemenag Jawa Tengah dan DIY mengikuti kegiatan Bhakti Sosial menyambut kedatangan Menteri Agama RI di Candi Borobudur. Kementerian Agama Kabupaten Sleman, DIY, mengirimkan 9 orang, dari penyuluh kecamatan 8 orang, penyuluh seksi penamas 1 orang. 9 orang dikomandani Subagyo, S. Ag selaku Ketua Pokjaluh Kabupaten Sleman, Hudaya Subkhan dari Kecamatan Cangkringan, Imam Triyono dari Kecamatan Minggir, Ahmad Barozi dari Kecamatan Mlati, Widodo dari Kecamatan Tempel, Edi Sugiyanto dari Kecamatan Ngaglik, Muh. Suhadi dari Kecamatan Ngemplak, Ridwan, BA dari Kecamatan Gamping, dan Agung Wibowo dari Penyuluh seksi Penamas. Acara berlangsung dari tanggal 13-15 Mei 2011.


Penyuluh Sleman ketika bertugas melayani pasien.


25 Apr 2011

Rekrutmen Teroris Marak, Fungsi Kemenag Dipertanyakan

Jakarta - Rekrutmen teroris semakin merajalela. Dari masyarakat kelas bawah hingga sarjana dan kamerawan. Fungsi Kementerian Agama untuk membina masyarakat pun dipertanyakan.

"Seharusnya Kementerian Agama melakukan pembinaan. Memberi pembinaan, penyadaran soal agama yang benar. Hal ini diperlukan agar tidak ada orang yang menyebarkan ajaran teroris," ujar sosiolog Musni Umar, Senin (25/4/2011).

Musni menjelaskan, Kemenag bisa menggandeng ormas-ormas keagamaan, Kementerian Pendidikan Nasional dan unsur-unsur masyarakat untuk pembinaan agama. Sebab tugas Kemenag tidak hanya mengurusi regulasi atau haji saja.

"Saat ini kan PNS dari Kemenag juga pulang kerja, pulang saja. Tidak ada keinginan untuk melakukan pembinaan pada masyarakat," kata pengajar UIN Syarif Hidayatullah ini.

Musni menerangkan dalam pembinaan, pemerintah tidak bisa hanya melimpahkan tanggung jawab ini kepada ormas. "Dananya ormas kan terbatas. Kalau Kemenag itu dibiayai pemerintah. PNSnya juga digaji," imbuhnya.

Musni melihat rekrutmen teroris makin luas. Kalau dulu rata-rata hanya lulusan pesantren, kini meluas hingga kampus dan sarjana. Hal ini yang perlu dicegah.
Sumber : www.detik.com


24 Apr 2011

PEMBINAAN PAIF

Bertempat di Aula Lantai III Kanwil Kemenag Provinsi DIY, diselenggarakan Pembinaan Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) se-provinsi DIY dengan tema Membangun Sinergi PAIF Dengan KUA Kecamatan Menuju Kemitraan Kerja, Senin (7/2).
Dalam pengarahannya, Kakanwil Kemenag Provinsi DIY, Drs. H. Maskul Haji, M.Pd.I, berharap agar para penyuluh dapat meningkatkan kualitas keimanan umat Islam. Marilah menempa diri terlebih dahulu sebelum memberi penyuluhan pada masyarakat. Kenali obyek yang akan diberi penyuluhan, sehingga materi yang akan diberikan sesuai dengan yang dibutuhkan masyarakat, sarannya.
Menurut Ketua Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Provinsi DIY, Ja'far Arifin, S.Ag, MA, acara yang diselenggarakan oleh Bidang Penamas Kanwil Kemenag Provinsi DIY ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan profesionalitas PAIF. Acara ini diikuti oleh para PAIF se-provinsi DIY bersama Kasi Penamas dan Kasi Urais Kankemenag kab./kota.
Sumber :http://yogyakarta.kemenag.go.id 


PENYULUH AGAMA PEDULI BENCANA


Foto
Dalam upaya kepedulian bencana merapi Penyuluh Agama Islam Fuangsional di bawah koordinasi Pokjaluh/Forsipaif Provinsi DIY mengadakan beberapa kegiatan awal diantaranya menggalang dana spontanitas dari PAIF sebesar 3.212.000., yang didistribusikan ke korban rumah rusak berat/hancur PAIF Joko Kurniawan Rp. 1.000.000,-, Posko Pokjaluh Sleman Rp. 1.212.000,-, .ke Posko Pokjaluh JEC Banguntapan Rp. 1.000.000,- (membeli mukena & tikar).
Sementara itu untuk kegiatan rutin, Pokjaluh Provinsi D.I. Yogyakarta mengadakan program kegiatan rutin yakni: Menggerakkan sholat jama'ah/Jum'atan bagi para pengungsi (menghendel tenaga muadzin, imam, dan khotib) di tempat pengungsian, Memberikan bimbingan mental/siraman rohani/agama para pengungsi (setiap malam habis Maghrib), Menyiapkan tenaga konsultasi agama (konsultasi religius) pagi s.d sore setiap hari, Mengadakan kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur'an setiap habis maghrib setiap hari, Menggalang bantuan dari jama'ah pokbin/poksar; mendapat bantuan sarana ibadah berupa mukena, sarung, sajadah, baju koko dari instansi BKKBN DIY dan INSPEKTORAT DIY, - Mengandakan dongeng ceria anak, (malam ahad tanggal 13-1-2010, pendongeng Ibu Wahyu Sinangsih), Mengadakan pelayanan kesehatan dengan metode hijamah/bekam, sabtu 20 Nopember 2010. Menurut Koordinator Pokjaluh Provinsi DIY, Ja'far Arifin, LOKASI POSKO POKJALUH KEMENAG DIY tersebar di lima titik yaitu Di GOR Maguwoharjo dikoordinir Pokjaluh Sleman, JEC oleh Pokjaluh Bantul dan Kota Yogyakarta, KUA Sleman oleh Pokjaluh, Sleman, Di Gunungkidul Di Rest Area oleh Pokjaluh Gunungkidul, Kulon Progo di Kec. Kalibawang oleh Pokjaluh Kulon Progo.
Sumber : http://yogyakarta.kemenag.go.id