"Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh .....Selamat Datang di website Penyuluh Agama Islam Fungsional Kabupaten Sleman"

9 Agt 2017

Manfaat Puasa dalam Pengobatan Kanker

Ghiboo.com - Manfaat puasa bagi kesehatan memang sudah tak diragukan. Penelitian terbaru menunjukkan menahan lapar dan haus ternyata juga membantu memerangi kanker dan meningkatkan efektivitas pengobatan.

Peneliti dari University of Southern California menemukan puasa memperlambat pertumbuhan dan penyebaran tumor, serta menyembuhkan beberapa jenis kanker bila dikombinasikan dengan kemoterapi.

Dalam percobaan menggunakan tikus, para peneliti menemukan, sel tumor memiliki respons yang berbeda terhadap stress pada orang yang berpuasa dibandingkan sel normal. Sel-sel itu terus tumbuh dan membagi, pada akhirnya menghancurkan diri mereka sendiri.

"Sel-sel ini, pada kenyataanya melakukan bunuh diri. Sel-sel tumor ini berusaha mengompensasikan kekurangan asupan yang hilang dalam darah setelah berpuasa," papar Profesor Valter Longo selaku pimpinan dalam peneliti dari University of Southern California, dilansir melalui Dailymail, Jumat (10/2).

Temuan yang dipublikasikan dalam journal Science Translational Medicine, Longo dan timnya mengamati dampak positif puasa terhadap kanker payudara, saluran kemih dan ovarium pada tikus.

Bahkan, melakukan puasa tanpa kemoterapi terbukti memperlambat pertumbuhan kanker payudara, kanker kulit melanoma, kanker glioma otak dan neuroblastoma atau kanker yang terbentuk di jaringan saraf.

Namun, peneliti menyarankan, agar menggabungkan puasa dengan kemoterapi agar penobatan kanker lebih efektif dan sangat tidak disarankan bagi semua pasien, terutama mereka pasien yang sudah kehilangan banyak berat badan akibat kanker atau penyakit lainnya, seperti diabetes.
Sumber :  http://id.she.yahoo.com/manfaat-puasa-dalam-pengobatan-kanker-033434157.html


2 Agt 2011

Link website untuk materi KULTUM


15 Jul 2011

Menag Motivasi Generasi Muda Menghapal Al Quran dan Hadits

Jakarta (Pinmas)--Menteri Agama menyambut gembira atas kelancaran dan sukses Musabaqoh Hafalan Al Quran dan Hadits se-Asia Pasifik ke IV di Jakarta, 26-28 Juni. Dia berharap pelaksanaan musabaqah tahunan ini dapat memotivasi generasi muda untuk mempelajari dan menghapal Al Quran dan Hadits Nabi Saw.
"Dengan pelaksanaan musabaqah ini setiap tahun di Indonesia diharapkan mendorong lahirnya penghapal Al Quran dan Hadits Nabi Saw," kata Menag pada malam tasyakur atas penyelenggaraan musabaqah di Hotel JW Marriot Jakarta, Selasa (28/6) malam.
Jamuan makan malam ini juga dihadiri Menteri Urusan Islam, Wakaf, Dakwah dan Bimbingan Kerajaan Arab Saudi Dr Shaleh bin Abdul Aziz bin Muhammad dan Imam Masjid Al Haram Dr Su ud bin Ibrahim As Suraim, para duta besar negara-negara sahabat, serta pimpinan ormas-ormas Islam dan peserta musabaqah.
Menteri Agama Suryadharma Ali juga berharap hubungan dan kerjasama Indonesia dengan Arab Saudi yang telah terjalin dapat terus berlanjut dan semakin baik, sehingga dirasakan manfaatnya bagi umat. "Semoga kerjasama dapat berlanjut untuk kemajuan dakwah Islam," katanya.
Kerjasama tersebut, lanjutnya, akan tetap kokoh karena spirit keagamaan yang tidak akan pudar. Selain itu, diharapkan pula musabaqah mampu memberi motivasi generasi Muslim di berbagai negara dalam rangka menggiatkan hapalan Al Quran dan Hadits.
Seperti diketahui, kompetisi hafalan Al Quran ini digelar atas kerjasama dengan pemerintah Arab Saudi di Jakarta. Para peserta juga diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara.
Musabaqah ini diikuti oleh berbagai negara dari ASEAN dan Pasifik. Melaysia mengirim 12 peserta, Singapura 4 peserta, Brunei Darussalam 7 orang peserta, Thailand 13 peserta, Filipina 4 orang, Kamboja 5 orang peserta, Timor Leste 2 orang peserta, Australia 2 peserta, New Zealand 2 peserta, Uzbekistan 2 peserta, Tajikistan 2 peserta, Kirgistan 3 peserta, dan Indonesia 22 dengan jumlah kesleuruhan 83 orang peserta. (ks)


Da`i Agar Sampaikan Islam Rahmatan Lil Alamin

Bekasi (Pinmas)-- Menteri Agama Suryadharma Ali meminta para da`i agar menyampaikan ajaran agama Islam sebagai agama yang menyebarkan kasih sayang, memberi manfaat serta rahmatan lil alamin. Selain itu juga mengedepankan toleransi dan kerukunan antar umat agama.
"Para da`i agar menjelaskan bahwa Islam yang kita pahami bukan seperti anggapan yang menilai Islam itu agama yang mengajarkan terorisme," kata Menag saat membuka Silaturahmi Nasional Ikatan Da`i Indonesia (IKADA) di Asrama Haji Bekasi, Jawa Barat, Jumat (8/7).
Di hadapan ratusan juru dakwah dari berbagai wilayah tanah air, Menag berharap para da`i untuk mengedepankan kesejahteraan umat serta memerangi kemiskinan dan kebodohan. "Jangan sampaikan agama hanya tekstual, tapi juga kontekstual. Maka jadikan agama sebagai sumber motivasi dan sumber kehidupan umat," ucap Menag pada acara yang dihadiri Plt Walikota Bekasi Rahmat Effendi, Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail dan Ketua Umum IKADI Ahmad Satori Ismail.
Menag juga meminta para da`i memahami bahwa saat ini muncul pemahaman yang sesat dan keluar dari prinsip-prinsip pokok ajaran Islam. "Kalau di Jawa Barat ada aliran Surga Eden masuk surga bisa beli. Ini bentuk pemahaman sesat," katanya seraya menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, dan Kalimantan Timur yang melarang keberadaan ajaran Ahmadiyah.
"Ada pihak yang menyatakan, melarang Ahmadiyah berarti anti kebebasan beragama. Apakah kebebasan itu bebas menghina yang dimuliakan, mengubah ayat-ayat suci," kata Suryadharma. Menurut dia kebebasan bukan berarti bebas menghina yang dimuliakan. "Bayangkan bagaimana perasaan kita apabila Nabi yang kita cintai digambar karikatur dengan kalimat yang menghina," ungkapnya.
Demikian pula sambung SDA, dengan yang mengubah ayat-ayat Al Quran. "Ada 853, bahkan ada yang mengatakan 1000 ayat diubah, dipenggal-penggal dan dijahit dengan kalimat lain dikumpulkan dalam kitan Tadzkirah," paparnya.
Menurut Menag, fenomena ini harus dipahami di tengah masyarakat kita bahwa masih banyak masyarakat yang belum terjangkau oleh para da`i. Lalu ketika ada orang yang menawarkan agama dalam versi baru, dipahami dan percaya. Karena itu para da`i harus terus meningkatkan aktivitas dakwah, karena masyarakat butuh bimbingan agama yang benar.
Ia juga meminta IKADI agar berdakwah di daerah perbatasan, di tempat yang rawan penyalahgunaan barang-barang terlarang. "Di tempat ini pendidikan keagamaan sangat minim. IKADI agar isi kekosongan itu sehingga masyarakat terpenuhi kebutuhannya. Jadikan Islam sebagai perekat, pemersatu bangsa , menjaga kesatuan NKRI, pionir untuk menjaga kerukunan umat beragama," kata Menag. (ks)


8 Jul 2011

Besalen
















































4 Jul 2011

Bulak Salak